Tidak ada salahnya jika para ibu mampu mencermati cara-cara
praktis dalam mengatasinya agar tetap dapat berakvititas dengan lancar. Lalu
apa saja yang biasanya menjadi hambatan para ibu?
1. Mudah Lelah
Mudah lelah adalah salah satu keluhan ibu hamil yang paling
sering dirasakan. Pembentukan plasenta, perubahan kadar hormon dan metabolisme
secara alami menyebabkan tubuh menjadi mudah merasa lelah. Anda dapat tiba-tiba
merasa sulit tidur di malam hari atau justru menjadi selalu mengantuk sepanjang
hari.
Jika kelelahan telah berdampak kepada produktivitas dan
kerja Anda, cara-cara berikut dapat dicoba untuk mengurangi lelah :
Tidurlah
lebih awal di malam hari.
Manfaatkan
waktu istirahat siang sebagai saatnya tidur untuk membantu mengurangi
rasa kantuk saat bekerja.
Konsumsi
makanan dengan nutrisi cukup dan seimbang untuk menjaga kesediaan energi.
Konsumsi setidaknya lima porsi buah dan sayur segar tiap hari.
Jika
memungkinkan, mintalah bantuan orang lain untuk mengerjakan pekerjaan
yang sekiranya tidak sanggup Anda kerjakan sendiri, seperti mencuci dan
menyetrika pakaian.
Olahraga
ringan secara teratur dapat membantu tubuh mendapatkan energi yang cukup dan
stabil.
Mengatur
kegiatan seefektif mungkin juga dapat menjadi kunci agar tubuh tidak
mudah lelah saat hamil.
2. Keputihan
Meningkatnya kadar hormon estrogen dan aliran darah ke
vagina membuat wanita hamil lebih sering mengalami keputihan. Cairan keputihan
biasanya berasal dari vagina dan leher rahim yang mengandung sel-sel dari
dinding vagina dan bakteri flora normal. Untuk mengurangi ketidaknyamanan
akibat keputihan saat hamil, coba beberapa cara berikut ini :
Jaga
kebersihan vagina dengan membasuhnya dari depan ke belakang setelah buang
air kecil.
Kenakan
celana dalam yang nyaman, tidak sempit, dan yang menyerap keringat.
Hindari
penggunaan celana yang ketat, sabun, pembersih vagina beraroma, serta tisu dan
pantyliner beraroma.
3. Nyeri Ulu Hati
Nyeri atau rasa panas pada ulu hati atau perut bagian atas
adalah salah satu keluhan ibu hamil yang sebenarnya umum terjadi pada sebagian
besar ibu hamil, terutama di bulan keempat hingga menjelang persalinan. Situasi
ini umumnya disebabkan oleh naiknya isi perut ke kerongkongan sehingga menyebabkan
iritasi. Nyeri ulu hati lebih berisiko terjadi pada ibu hamil karena beberapa
kondisi berikut :
Perubahan
kadar hormon dapat berdampak kepada otot saluran pencernaan.
Berubahnya
toleransi perut terhadap makanan tertentu.
Membesarnya
rahim sehingga menekan perut bagian atas.
Kondisi ini menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan
dan menyebabkan nyeri ulu hati. Bagaimana cara mengurangi nyeri ulu hati? Saat makan, makanlah dengan perlahan-lahan dan dalam
porsi-porsi yang kecil. Lebih baik makan lima kali sehari dalam porsi kecil
dibandingkan tiga kali dalam porsi-porsi yang besar.
Kurangi
minum di sela makan.
Hindari
makanan pedas dan jenis-jenis makanan gorengan.
Hindari
langsung berbaring setelah makan. Selain itu, saat berbaring, gunakan bantal
agar kepala berada lebih tinggi dari kaki.
Gunakan
pakaian yang longgar untuk menghindari tekanan pada perut bagian atas.
Jaga
agar tubuh tidak mengalami sembelit atau susah buang air besar.
Jika memang nyeri terasa tidak tertahankan, Anda dapat mengkonsultasikan
kemungkinan konsumsi obat pereda asam lambung yang tidak membahayakan bayi dari
dokter. Obat berbentuk cairan umumnya lebih efektif dibandingkan jenis lain.
4. Sakit Kepala
Perubahan bentuk tubuh dan hormon menyebabkan ibu hamil
tidak jarang mengalamisakit kepala. Meski merupakan hal yang umum terjadi,
namun banyak ibu hamil yang kebingungan karena khawatir obat sakit kepala
berisiko membahayakan bayi. Berikut beberapa cara alami yang dapat dilakukan
ibu hamil untuk meredakan sakit kepala :
Berbaring
dan tempatkan kompres dingin pada kepala.
Rutin
berolahraga ringan, seperti berjalan kaki atau aerobik ringan.
Hindari
pemicu sakit kepala yang mungkin dikenali, seperti akibat minum kopi
atau makan makanan manis.
Makanan
dan istirahat teratur serta mengonsumsi cukup air mineral dapat mengurangi
risiko sakit kepala.
Kelola
stres untuk menghindari sakit kepala akibat tekanan psikologis.
Lakukan
teknik relaksasi secara teratur, seperti mengikuti yoga, pijat, dan
visualisasi.
Meski termasuk hal umum, tetapi sakit kepala parah yang
tidak kunjung berhenti dapat menjadi pertanda penyakit serius, seperti tekanan
darah tinggi. Jika hal ini terjadi, sebaiknya konsultasikan kepada dokter untuk
mendapatkan pengobatan yang tepat.
5. Kenaikan Berat Badan Tidak Terkendali
Umumnya wanita dengan berat badan ideal, saat hamil akan
mengalami total kenaikan berat badan sekitar 11-16 kilogram dibandingkan
sebelum hamil. Pertambahan berat badan yang menjadi salah satu keluhan ibu
hamil ini sebenarnya menandakan bahwa jaringan tubuh bayi, cairan ketuban, dan
kebutuhan pendukung lain sedang berkembang. Pertambahan berat badan kurang
maupun lebih dari normal sama-sama berisiko menyebabkan gangguan pada ibu
ataupun bayi. Bagaimana cara untuk menaikkan secara sehat saat hamil?
Tambahkan
mentega, keju, krim, susu tanpa lemak, ataupun paduan ekstra lain ke dalam menu
harian.
Konsumsi
lima hingga enam porsi kecil makanan tiap hari.
Bagaimana
cara agar pertambahan berat badan Anda tidak berlebihan?
Batasi
konsumsi makanan dan minuman berkadar gula dan garam berlebih.
Hindari
konsumsi makanan cepat saji.
Batasi
konsumsi makanan ringan berkalori tinggi, seperti donat, keripik kentang, kue
kering.
Ganti
menu dengan makanan sehat, seperti buah dan sayur segar.
Olah
makanan dengan cara lebih sehat, seperti mengukus dan merebus dibandingkan
menggoreng.
Berolahraga
teratur seperti berjalan kaki atau berenang juga dapat membantu Anda
mendapatkan pertambahan berat badan ideal secara alami.
6. Kaki Bengkak
Kaki bengkak saat hamil umumnya disebabkan oleh penumpukan
kelebihan cairan pada tubuh yang disebut edema. Edema lebih sering dialami ibu
yang mengandung anak kembar dan yang mengalami kelebihan cairan ketuban.
Kondisi ini umumnya disebabkan oleh perubahan mekanisme tubuh untuk mengelola
cairan. Selain itu pertumbuhan rahim juga menyebabkan tekanan pada pembuluh
darah bagian bawah sehingga mengakibatkan melambatnya aliran darah dari kaki.
Situasi ini menimbulkan penumpukan cairan pada tubuh bagian bawah. Anda bisa
mencoba cara berikut untuk mengurangi gejala keluhan :
Hindari
menyilangkan kaki saat duduk. Sesekali berdiri, berjalan, dan regangkan kaki
secara teratur saat duduk dalam waktu yang lama.
Tempatkan
kaki pada posisi lebih tinggi, seperti dengan menumpangkan kaki pada bangku
kecil saat Anda duduk di meja kerja.
Kenakan
sepatu yang nyaman. Hindari mengenakan kaos kaki yang ketat terutama pada
bagian pergelangan kaki.
Konsumsi
banyak air mineral untuk mengurangi risiko tubuh menyimpan cairan.
Konsumsi
makanan sehat dan sebisa mungkin hindari makanan cepat saji.
Biasakan
olahraga teratur seperti berjalan kaki tiap hari.
Pada umumnya situasi ini dapat mereda dengan sendirinya
setelah persalinan. Tetapi untuk mendeteksi preeklamsia sejak dini, segera
periksakan diri jika terjadi pembengkakan secara tiba-tiba pada kaki dan
pergelangan kaki serta wajah.
7. Mual dan Muntah
Mual dan muntah adalah kondisi yang paling sering dialami
wanita hamil. Perubahan kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG) dan
estrogen, sensitivitas terhadap bau-bauan, perut yang lebih sensitif serta
stres dapat menjadi penyebab umum kepada mual dan muntah saat hamil.
Beberapa cara berikut dapat dicoba untuk membantu
meringankan rasa mual dan muntah :
Hindari
berbaring setelah makan, terutama berbaring menyamping ke kiri.
Konsumsi
makanan dalam porsi kecil-kecil, tapi sering, dan makanlah perlahan-lahan.
Pilih
makanan yang berkadar protein tinggi untuk meredakan gejala.
Untuk
mengurangi risiko mual di pagi hari, bangunlah secara perlahan-lahan dengan
duduk terlebih dulu dan tidak langsung berdiri setelah berbaring. Jika ada,
Anda dapat mengonsumsi sedikit biskuit sebelum berdiri.
Hindari
makanan berlemak, makanan pedas, gorengan, serta makanan yang mengandung asam
yang dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan.
Sebisa
mungkin hindari makanan yang aromanya memicu mual. Untuk mengakalinya,
cobalah untuk menyantapnya saat suhu makanan sudah dingin dan tidak terlalu
mengeluarkan aroma yang kuat.
Sikat
gigi dan kumur setelah makan.
Minumlah
banyak air mineral, tapi hindari minum secara sekaligus. Minum menggunakan
sedotan mungkin membantu mengurangi mual.
Minum
minuman elektrolit yang mengandung banyak glukosa, garam, danpotasium dapat
membantu mengembalikan elektrolit setelah berkali-kali muntah.
Hindari
penyebab mual selain makanan, seperti aroma parfum, berkendara, sinar terang.
Keluhan-keluhan ibu hamil tidak boleh disepelekan, terutama
segera konsultasikan kepada dokter jika muntah berlangsung secara terus-menerus
dan tidak mereda. Waspadai bahwa kekurangan nutrisi dan cairan dapat
membahayakan kesehatan bayi.
SEMOGA BERMANFAAT!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar