Saat bunda menyusui secara tidak langsung bunda memberikan
cairan tubuh kepada si kecil dalam bentuk ASI. Inilah yang menyebabkan kenapa
selama menyusui, bunda perlu mendapatkan cairan ekstra dibanding saat sedang
tidak menyusui. Prinsip dasarnya, jumlah cairan yang bunda keluarkan termasuk
dalam bentuk ASI harus sebanding dengan jumlah cairan yang dimasukan.
Rata-rata anak bayi usia 6 bulan mengkonsumsi air susu ibu
sekitar 950 ml setiap harinya, dan 90 persen komponen ASI adalah air, hal ini
adalah gambaran kasar akan kebutuhan tambahan cairan bagi ibu menyusui. Para
ahli laktasi merekomendasikan bunda untuk menambah sekitar 4 gelas cairan
diluar rekomendasi kebutuhan dasar yang mencapai 8 gelas per hari.
Harap diingat bahwa hal ini bukan berarti semakin banyak
bunda minum air akan semakin banyak produksi susu. Hasil penelitian mengungkap,
memaksakan minum cairan dalam jumlah yang terlalu banyak dapat menurunkan
produksi air susu.
Berikut adalah saran tepat untuk memenuhi kebutuhan cairan
ibu menyusui agar mereka tidak mengalami dehidrasi :
• Biasakan
untuk membawa botol minuman kemanapun ibu menyusui pergi, dan selalu siapkan
segelas air didekat ibu yang sedang menyusui.
• Minum
cukup air ketika sedang haus dan tambahkan sedikit dari biasanya. Harap
diingat, haus bukan satu-satunya indikator tubuh kurang cairan.
• Hindari
konsumsi minuman berkafein. Selain kandungan kafein yang bisa masuk kedalam ASI
dan tidak bagus untuk bayi, kafein berperan sebagai diuretik atau pemicu buang
air kecil.
• Konsumsi
setidaknya 8 gelas air putih plus ekstra beberapa gelas setiap harinya untuk
memastikan ibu menyusui cukup cairan.
Selama bunda membiasakan minum 8 gelas cairan plus beberapa
gelas tambahan, bunda tidak perlu khawatir kekurangan cairan tubuh selama
menyusui.
Air putih vs minuman lain untuk bunda menyusui
Air putih menempati urutan pertama sebagai sumber cairan
yang direkomendasikan para ahli untuk ibu menyusui. Jika bunda ingin
mengkonsumsi jenis minuman lain seperti sirup atau jus, batasi jumlahnya karena
umumnya jenis minuman tersebut mengandung kalori yang cukup tinggi sehingga
berpotensi menaikan berat badan.
Alternatif lainnya ibu menyusui dapat menambahkan sari buah
alami kedalam air putih, misalnya perasan lemon. Jika bunda sering minum jus,
sebaiknya jus dilarutkan dengan air untuk menurunkan kadar gulanya. Jus buah
memang kaya akan vitamin namun miskin nutrisi lainya sehingga konsumsinya harus
dibatasi.
Minuman bersoda dan teh sebaiknya juga di kurangi, jika tida
bisa dihindari sama sekali. Minuman bersoda umumnya juga mengandung gula
tinggi, sedangkan teh mengandung alkaloid yang dapat menghambat penyerapan zat
besi dalam tubuh ibu menyusui.
Saat ibu menyusui kurang mengkonsumsi cairan, hormon yang
terlibat dalam produsi air susu ibu akan mengatur proses sedemikian rupa
sehingga tidak akan terlalu mempengaruhi volume air susu yang diproduksi, namun
kurang asupan cairan pada ibu menyusui dapat memicu terjadinya sembelit, merasa
lemas, dan menurunnya konsentrasi.
Ibu menyusui harus esktra waspada dengan gejala-gejala
tersebut, dan segera menambah asupan cairan begitu tanda-tanda tersebut muncul.
Salah satu indikator sederhana dari kondisi cairan tubuh adalah warna urin,
jika urin tidak berwarna atau kuning pudar, menandakan mereka cukup cairan,
sebaliknya jika warna urin cenderung lebih gelap, hal itu menandakan ibu
menyusui perlu segera menambah asupan cairan.
SEMOGA BERMANFAAT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar